kucing yang malang (another learning story…)
pagi ini aku merasa berdosa pada seekor kucing…. ia yang sedang bersantai menikmati sinar matahari di teras depan rumahku, kukejutkan dengan pintu depan yang kubuka…
kucing itu terkejut (secara dia melompat takut) dan lari ke arah barat, ke pintu pagar kecil rumahku. namun jelas ia memilih sisi yang salah dari pagar itu: sisi bawah dengan jeruji yang rapat. maka terbenturlah kucing itu dengan suara yang nyaring: dhuang!!!!
makin terkejut ia, berlari ke arah berlawanan, ke pintu pagar besar rumahku. dan jelas, lagi-lagi, ia memilih sisi yang salah dari pagar itu: sisi bawah dengan jeruji yang rapat. dan kembali terbenturlah kucing itu dengan suara yang tak kalah nyaring: dhuang!!!!
dalam keterkejutan yang makin-makin, ia kembali berlari ke pintu pagar yang kecil, sembari lewat mendesis marah padaku yang memandang tertegun pada kucing itu, dan memilih (lagi) sisi bawah dengan jeruji yang rapat. dan kembali terbenturlah kucing itu dengan suara yang tak kalah nyaring: dhuang!!!!
ia lalu lari kembali ke pagar besar, menerjang sisi bawah, namun sebelum membenturkan kepalanya lagi, ia berubah pikiran, berlari dan melompat ke bagian tengah pagar rumahku, yang mempunyai jeruji longgar. dan loloslah ia….
———– ini sungguh kisah nyata hari ini ———–
sungguh kucing yang malang, membenturkan kepalanya tiga kali baru ia dapat belajar menemukan jalan keluarnya. mungkin karena tergesa dan ketakutan demi melihat aku yang terlongong dan terbengong melihat perjuangan dia. aku sungguh ingin tertawa atas kejadian itu, namun kasihan juga dia.
mungkin seperti itu juga ya kalau manusia juga harus belajar berulang-ulang, terbentur beberapa kali, baru menemukan jalan keluar. hanya karena ia tergesa karena ketakutannya dan kekhawatirannya.
tapi kalau manusia yang melakukan itu, yang jelas tidak akan selucu si kucing malang , karena manusia punya akal kan?
February 19th, 2007 at 8:06 pm
hmm..kucing yg aneh..
salam kenal jg.
April 4th, 2007 at 7:54 pm
Wily, Wily, Wily.
Kamu masih seperti dulu.
Always good on expressing your thought and feelings.
Have read your poems
‘Kucing yang malang’ terfavorit. (lebih favorit lagi kalo judulnya sediit digubah, hehe. sorry.. usil banget ya aku, berani2nya dikte pengarang)
btw, bukan cerita si kucing yang menarik, tapi eksplanasi setelah itu.
saat kontemplasi, kita sadar bahwa seringkali -diakui ato tidak diakui- kita terbentur kesana kesini, jatuh, bangun, jatuh lagi dan bangun lagi. seperti kucing itu. dan kamu benar, memang tidak selucu kucing itu, tapi rasanya sakit juga, kan? hehehhe..
alih-alih dalam keadaan gugup seperti kucing tadi, dalam keadaan tenangpun, terkadang kita masih juga gagal dan jatuh lagi.
Tapi tidak apa-apa.
‘Selalu ada proses di setiap masa’. ini benar.
Tidak ada yang perlu kita kuatirkan. Tetap berusaha dan berbaik sangka pada Sang Pemilik Kuasa.
Ia pasti memiliki rencana yang luar biasa indah untuk kita. Aamiiin.
Good luck, Willy.
Wherever you are
April 5th, 2007 at 2:44 am
( T T )
willi
aku nangis siy,
ga penting emang
tapi dia hebat banget…
kebayang ga gimana sakitnya kepentok ampe 3 kali, keras2 pula
kebayang ga dia udah maem pa belom
kebayang ga mgkn sbelumnya dia dianiaya orang laen jg
kebayang ga…
kalo mungkin dia induk kucing yang mesti mindahin anak2 nya ketempat yang lebih aman or nyari makanan buat ganjel perut..
kebayang gak….
kalo kita sbenernya jauh ga tepa slira dibanding dia dan sebangsanya….
….sori just a thought…
September 27th, 2007 at 2:27 am
Tergantung dr sisi mana kita mo liat story ini dan tergantung mood kita jg waktu bacanya.
Kl aku yang mengalami mungkin kurang lebih sama kyk km, terbengong2 dan terlongong2 (emang ada ya bhs ini?). Tp setelah itu bisa aja aku langsung ketawa ngikik sendirian ga brenti2 seperti yang aku lakuin setelah baca kisah ini.
Geli aja ngebayangin kucing aneh liat2an ma orang aneh, wakakak…
December 23rd, 2008 at 5:45 pm
Hey, i save funny photos
here
January 3rd, 2009 at 9:23 pm
Bite my shiny metal ass, assholes, you were joked!