September 24th, 2007 by wilyari
telah lama kekosongan pikir ini terjadi… beralas pembenaran kekhawatiran akan pengulangan, maka pikir itu membeku bisu. tak banyak lagu, dibandung ragu.
telah dalam kekosongan pikir ini terjadi… berurai penguatan alur waktu terperlu, maka pikir itu diam terpendam. tak cukup kelam, ia tenggelam dalam sekam.
telah merusak kekosongan pikir ini terjadi… beruntai perlindungan nyata diri hanya manusia, maka pikir itu cerai terberai. tak cukup berani, ia berangsur mati.
tak lagi bisa aku izinkan ia lama berpergi, dalam mencari dan rusak merugi…
kekosongan pikir ini harus berakhir di sini. biar ia mati dengan suatu pasti yang maknawi.
Posted in Uncategorized | No Comments »
September 24th, 2007 by wilyari
heran… sungguh heran… akhir-akhir ini muncul pertanyaan-pertanyaan itu… yang mereka ajukan ke saya: mengapa kamu lakukan itu, atau mengapa kamu berani megambil keputusan itu…..
pertanyaan-pertanyaan yang sungguh aku dapati sebenarnya mereka ajukan bagi diri mereka sendiri…. untuk keragu-raguan yang mereka hadapi sedari dini…. atas kebimbangan yang merajai dalam hati…
setiap kali aku berikan jawab: karena saya MAU, karena saya PERLU dan saya yakin saya BISA, maka kemudian mereka akan menganggukkan kepala, tampak berupaya memafhumkan diri mereka sendiri…
maka saya ingin sampaikan pada mereka: masa depan tidak untuk dicari, karena ia tidak berupa kepingan yang terserak di jalanan. masa depan kamu, adalah untuk kamu ciptakan sendiri…
tidak ada satupun yang menjanjikan bahwa hal itu akan mudah untuk dijalani, oleh karena itu jadikanlah hal itu lebih mudah untuk dilewati. setidaknya lebih mudah untuk kamu. TETAPkan tujuanmu, LENGKAPkan usahamu, dan raih keBERHASILanmu….
dari kamu, oleh kamu, untuk kamu…. ada alasannya Tuhan beri kita akal kan?
Posted in Uncategorized | No Comments »
August 27th, 2007 by wilyari
tidak pernah satu kejappun
aku berharap seroja akan kembali
pada rengkuh dan naungan illahi
kecuali untuk waktu yang panjang
dan selayaknya usia menanti
tidak pernah satu detikpun
aku beringin seroja akan berpergi
dari nafas dan jalan fana ini
kecuali dalam rentang yang biasa
serta umumnya detak menari
namun berjuta kejap dan detik berlintas
seroja akan tetap hidup dalam angan dan cita
seroja akan selalu ada seiring ingin dan asa
dan ia akan bersahaja bahagia di sisi-Nya
—
lebih tiga minggu dari perginya seroja yang tak pernah bersama namun di hati selalu ada
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 22nd, 2007 by wilyari
adalah kamu
kekasih hatiku, yang berikanku nafas terbaru di setiap pagiku
adalah kamu
kekasih hatiku, yang berikanku langkah terbaru di setiap arahku
adalah kamu
kekasih hatiku, yang berikanku kelepak terbaru di setiap anganku
adalah kamu
kekasih hatiku, yang berikanku warna terbaru di setiap hidupku
adalah kamu
dan aku
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 22nd, 2007 by wilyari
ia duduk rapi berbagi ceritanya
mengenai impian untuk diraih nantinya
untuk rasa indah dan bahagia
cerita tentang penantian tiada ujung
impian tentang pengharapan agar disanjung
indahnya tentang kehidupan yang agung
namun cerita tinggallah kata
hingga impian tersisa hampa
nanti indah terbuang sia
ia duduk lagi kini
tak seperti dulu yang rapi
karna nafas terakhir telah pergi
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 22nd, 2007 by wilyari
sungguh,
kelepak ini tak sekuat setampaknya sekelebatan semua mata
ia hanya gagah berkesan, namun ringkih berdebu sejatinya
ia hanya kokoh bersohor, namun kosong berangin tengahnya
rapuh,
kelepak ini benar serapuh angin terlempar olehnya
serapuh debu yang terhantar di bawahnya
serapuh angan yang tercipta atasnya
kelepak ini adalah cintaku
untukmu
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 22nd, 2007 by wilyari
kegelisahan ini
adalah suatu tanda
yang berada dalam jiwa
kerisauan ini
adalah suatu paksa
yang menyesak menyeruak duka
kebimbangan ini
adalah suatu siksa
yang menjatuhkan daya upaya
adakah bila
jika gelisah itu musnah
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 22nd, 2007 by wilyari
tadi ada ia datang
tiba-tiba
merengkuh dan merayu
dalam di kedalaman hati sedalam kalbu
jauh di kejauhan angan sejauh mimpi
tak pernah pahamkan aku
mengapa ia datang sebegitunya
setiba-tiba
serengkuh
dan serayu
tadi ada ia melontar
tiba-tiba
mencerca dan sakiti
luka di terlukanya ingin seluka harap
sayat di tersayatnya sayang sesayat cinta
tak pernah dugakan aku
mengapa ia melontar sebegitunya
setiba-tiba
secerca
dan sesakit
tadi
Posted in Uncategorized | No Comments »
June 24th, 2007 by wilyari
pagi ini kembali aku mendengar suara indahnya
bersenandung pekak mengusik tentramnya jiwa
namun tak jadi asa karena aku suka
hari ini senandungnya sengau meracau saja
melelehkan kebencian yang tak terpana
mencairkan kebaikan yang lama terjaga
adakah menjadi seorang pecinta, hina?
atau haruskah bersenggama hormat, diterima?
pagi ini kembali aku berbicara
di tengah rengekan dan siksaan cinta
hanya karena aku sayang padanya
130206
Posted in Uncategorized | No Comments »
June 24th, 2007 by wilyari
Bangku, Sofa Biru dan Sekotak Rokok. Dua puluh tahun sesudahnya.
Dewa:
Tidak pernah sekalipun mereka menjawab pertanyaanku atas tiga lukisan yang terpasang di kamarku sejak aku kecil. Bangku kayu yang kosong, Sofa Biru yang tidak dihuni dan Sekotak Rokok yang tersegel. Mereka selalu tersenyum dan berkata bahwa pada saatnya nanti aku akan bertemu dengan orang yang memberi tiga hal itu. Tiga hal dan nama untukku delapan belas tahun yang lalu.
Malang, 25 Oktober 2006
Posted in Uncategorized | 1 Comment »